Pages

Saturday, March 28, 2009

pacar posesif dan conscience…

terinspirasi dari curhatannya temen gw… hari ini pengen cerita tentang pacar posesif dan conscience…

posesif sendiri dalam kamus besar bahasa indonesia artinya adalah bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. dalam bahasa inggris, possessive berarti Having or manifesting a desire to control or dominate another, especially in order to limit that person’s relationships with others. dalam contoh nyatanya mungkin seperti yang dialamin temen gw ya.. punya pacar yang melarang kita untuk berteman dengan orang lain dikarenakan cemburu atau terkadang dengan alasan yang ga jelas.. atau punya suami yang melarang kita untuk bekerja diluar rumah, padahal waktu pre-marriage comintment mengatakan boleh untuk bekerja diluar rumah..

conscience sendiri…dari yang gw plajari sama kakek frued, adalah suara hati. bagian dari superego manusia. yaitu sistem kepribadian yang terakir dikembangkan dalam kepribadian manusia. tugasnya adalah untuk merintangi impuls-impuls id, terutama impuls seksual dan agresif, mendorong ego untuk menggantikan tujuan realistis dengan moralistis, mengajar kesempurnaan.

jadi apa hubungannya antara pacar posesif dengan conscience?

menurut gw, posesif itu adalah bagian dari ego manusia yang muncul karena adanya kebutuhan dari dunia kenyataan. setiap manusia mungkin mempunyai sifat posesif. nah disinilah dibutuhkannya conscience itu… yang membatasi pemenuhan kebutuhan ego. dengan adanya nilai moral dalam diri dan batasan-batasan realistis diri, kita bisa mengukur sampai sejauh mana kita bisa menempatkan sikap posesif kita ke orang lain. sehingga kadar posesif bisa kita tampilkan sewajarnya.

dalam kasus pacar posesif, seperti yang dialamin temen gw, menurut gw yang berpandangan kalo setiap manusia memiliki kebebasannya sendiri, yang ga bisa di toleransi adalah posesif tingkat tinggi. yaitu yang melarang gw melakukan apa yang gw suka atau melarang gw menjalin pertemanan dengan pria lain. bahkan negara aja menjamin adanya kebebasan berpendapat, bekerja, dsb. kenapa dia melarang gw? perlu ada komunikasi disini. mengkomunikasikan kepada pacar kita, bahwa kita juga punya batasan sendiri dalam menjalin hubungan pertemanan. atau kita punya batasan-batasan realistis sampai sejauh mana kita bisa melakukan hal yang kita suka. ngga saenak-e dewe juga.. tapi perlu diingat bahwa mengkomunikasikan hal tersebut juga bukan mudah.. perlu menggunakan bahasa-bahasa tertentu dimana di penerima pesan bisa memahami maksud si penyampai pesan..

tapi kalo udah dikomunikasikan tetap tidak bisa menerima juga, mungkin lo mesti berpikir lagi untuk menjadikannya calon suami.. sanggup hidup dalam kekangan seumur hidup? mulailah dengarkan conscience lo! klo ga didengerin, mungkin bisa jadi bumerang untuk kehidupan lo kedepan…

selamat menghadapi pacar posesif… :D

No comments:

Post a Comment